Dia, telah menjadikan facebook sebagai tipu daya, dia membuat manusia bergantung kepada selain Tuhan Sang Maha Segalanya.

Dia adalah orang Yahudi. Sekumpulan orang yang memang telah dianugerahi kecerdasan rata-rata oleh Tuhan. Kecerdasan itulah membuat mereka Sangat mudah untuk membuat rencana-rencana besar bagi dunia, mengontrol dunia, propaganda, membuat aturan-aturan yang fana dan segala hal yang bertentangan dengan kebenaran yang haq, kebenaran yang datang dari Tuhan Yang Kuasa Atas Segalanya.

Kepada anakmuda yang sedang kasmaran, menjalin hubungan, hati-hati….sadar sadar, atau mungkin yang sedang membangun sebuah keluarga, sebaiknya segala sesuatunya sewajarnya…terlebih anakmuda, karna masa ini semua terasa berlebihan, percaya berlebihan, suka, cinta, galau, senang berlebihan …serba lebih.

Apa yang sewajarnya saja? “Berharap kepada manusia itu sendiri” karna bila tidak kekecewaan akibat berharap sepenuhnya kepada manusia itu akan memenuhi dinding-dinding virtual yahudi bila kita semua tidak sadar akan bahayanya. Karna di era saat ini, jarang sekali yang tidak memiliki akun facebook, lebih lagi kurang bijaknya dalam berinteraksi bisa saja merugikan diri sendiri. berapa banyak teman kita, atau saudara kita yang tersandung masalah karena memberikan informasi yang privasi terhadap publik di facebook? di culik karena terlihat glamour, dicuri, ditipu dan segala tindak kejahatan yang pasti dari kita semua tidak pernah menginginkannya.

Kekasih, sahabat, atau teman kita, mereka hanyalah seorang manusia dan manusia sering berbuat kesalahan dan lupa. Mereka bisa berubah menjadi baik ataupun buruk setiap waktu, bisa menipu, bisa mencuri ataupun bisa berkhianat. Di era teknologi informasi seperti saat ini, tidaklah mudah ketika sosial media sudah menjadi bagian hidup dari balita sampai tua (karna banyak poto balita yang melalang buana menghiasi dinding-dinding facebook, foto-foto reunian para sesepuh yaa dan lain sebagainya).

keberadaannya tidak bisa dengan mudah untuk kita hindari bahkan memusnahkannya, namun bila sudah digunakan dengan cara yang tidak baik, antara manfaat dan kecelakaannya lebih besar. Status-status yang tidak seharusnya diketahui banyak orang, gambar-gambar yang mengundang kecemburuan sosial apapun itu memamerkan harta, ataupun yang lain-lainya dewasa kini menjadi hal biasa dan wajar. “Sebisa mungkin” kita semua harus lebih bisa memberikan ruang privasi itu kepada tempat yang pas, yaitu Tuhan. Berdoa, bermunajatlah kepada Tuhan yang memiliki wewenang atas semua kegelisahan yang ada, kekecewaan yang ada, kepedihan yang ada, keterpurukan yang ada, Tuhan Maha Kasih dan Sayang, Tuhan mendengarkan segala permintaan kita dan mengabulkan melalui cara-Nya

Well, tanpa facebook kita semua bisa lega walau dalam keadaan yang serba tidak sesuai harapan dan rencana. jadi kesimpulannya bolehlah berharap kepada manusia selagi sewajarnya dan jadikan Tuhan sebagai tempat bergantung :’) . Yang menulis belum tentu mampu melaksanakannya, hanya semangat fastabiqul khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan yang bisa diutarakan,…… yang menulis maupun yang membaca sama-sama beruntung, tapi yang paling beruntung adalah yang bisa melaksanakannya.

ya, akhirnya apakah facebook 2014 akan sama keadaannya dengan 2013 atau lebih buruk? kita lihat saja :’) wallahua’lam