Kurangnya Penanganan Yang Serius Pemerintah Dalam Menangani Pengungsian Korban Merapi dii Stadion Maguwohardjo Sleman
YOGYAKARTA-Menjadi salah satu tempat alternatif yang dijadikan sebagai tempat aman bagi para korban bencana merapi karena lokasinya yang lumayan jauh dari puncak merapi yaitu di stadion Maguuwohardjo Sleman di daerah Depok Sleman Yogyakarta.
Merupakan Posko yang paling ramai karna tempatnya yang berskala besar sehingga bisa menampung para pengungsi dari berbagai daerah yang terkena dampak merapi. Para Pengungsi terus berdatangan ke stadion guna mencari aman guna menghindari ancaman yang di keluarkan oleh merapi mulai hari kamis, 4/11/10 malam setelah terdengar gemuruh dari gunung merapi para pengungsi berbondong bondong menuuju stadion dan beberapa lainnya dievakuasi oleh petugas TNI dan para relawan.
Saat ini batas aman semakin sempit melihat kegiatan merapi yang semakin menjadi jadi setelah diwarnai hujan kerikil kemarin malam serta hujan abu sekitar jam 06.00 pagi tadi. Berbagai bantuan datang dari para relawan berupa makanan, perlengkapan balita dan perempuan terus mengalir akan tetapi merupakan sebuah kecerobohan pemerintah dalam menangani masalah yang berskala besar yang menyangkut kehidupan rakyatnya.

Sejumlah pengungsi korban bencana merapi di stadion Maguwohrdjo mengeluhkan bahwa mereka belum mendapatkan jatah makanan meski bantuan makanan dari para relawan terus kunjung datang membawakan kebutuhan pokok tersebut. Menjadi sebuah keironisan hal itu terjadi karena hampir setiap menit bantuan datang akan tetapi masih ada yang belum mendapatkan jatah makanan khususnya.
Distribusipun tidak merata melalui survey didapatkan masih banyak bantuan yang terkumpul disatu posko yang seharusnya bisa tersebar disemua posko akhirnya beberapa posko cenderung memiliki sisa makanan khususnya lebih banyak yang seharusnya dibutuhkan para pengungsi di lain tempat (posko bencana merapi).
Di Stadion Ini datang berbagai reporter dari berbagai TV Nasional meliputi, RCTI, Global TV, TV One, MNC TV, INDOSIAR, SCTV
Terlihat dari air muka para pengungsi yang kosong dan terkesan cemas pasrah menunggu kepastian kapan berakhinya bencana tersebut, beberapa orang ada yang sesekali kembali ke rumahnya meskipun sangat berbahaya akan tetapi karena alasan kurang nyaman dan ada juga yang masih sempat untuk menjenguk binatang peliharaannya.
Fasilitas yang kurang di stadion ini adalah kurangnya air bersih, dan juga kamar mandi yang bila dibandingkan dengan jumlah pengungsi sangat tidak layak. Tampak hampir tidak ada jeda kamar mandi kosong yang berjedakan lebih dari satu menit, karena selalu penuh dengan antrean yang berjubel, perlu penanganan yang serius dari pemerintah untuk membenahi sistem penanggulangan bencana tersebut.
Sampai hari ini Pengungsi yang berada d istadion berjumlah lebih dari seribu orang. Dan jumlah itu terus bertambah terlihat banyak kendaraan para pengungsi yang terus masuk ke dalam stadion juga mengingat bencana merapi yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya.
Terlihat banyak anak kecil-kecil yang belum begitu paham apa yang sedang terjadi mereka asyik bermain dengan sebayanya di dalam stadion yang seharusnya mereka mengenyam pelajaran disekolah. Beberapa relawan mempunyai inisiatif berbeda mereka menawarkan jasa berupa hiburan untuk anak-anak di stadion dengan mengajak bermain, para relawan yang bergabung adalah para mahasiswa yang mempunya ide kreatif merubah bentuknya menjadi seorang tokoh pahlawan di televisi yaitu menjadi Power Ranger yang dimana banyak digemari anak-anak. Disaat duka menyelimuti tetapi berkat kegigihan para relawan di posko Maguwohardjo tersebut anak-anak bisa melupakan sejenak kepenatan yang menimpanya.
beberapa dokumentasi dari admin yaitu salah satunya adalah mobil wartawan yang hangus terbakar oleh wedus gembel merapi.