Mengamati beberapa patologi sosial tentang simbol – simbol yang masih dipercayai masyarakat

Kain bercorak seperti papan catur merupakan perlambangan sebuah benda yang di sakralkan di Pulau Dewata

Di Pulau Bali, yang notabenia masyaraktanya beragama hindu masih sangat memegang teguh simbol-simbol yang menjadi sebuah tradisi keagamaan, salah satunya kain bermotif catur  dua warna, hitam dan putih yang membalut sebagian permukaan benda.

Jika kita pernah berwisata ke pulau dewata kita tentu menyaksikan beberapa pohon yang dianggap keramat atau suci menurut kepercayaan mereka, maka akan tampak pemandangan seakan-akan pohon sedang menggenakan sarung. Tujuan sebagai simbol pengkeramatan sebuah benda. Selain pohon juga banyak dari arca-arca yang tidak luput dari kain bermotif kotak-kotak tersebut.

Janur kuning melengkung adalah pertanda akan atau sedang diberlangsungkannya ritual pernikahan.

Masyarakat Jawa contohnya, menggunakan simbol ini sebagai simbol komunikasi kepada warga sekitar atau orang pada umumnya bahwa sedang atau akan terjadi upacara pernikahan. dan itu tandanya kesempatan sudah tertutup bagi pelamar ^_^lagi.

Kentongan Keariifan Lokal di Saat Senja Menjelang

Di kota Magetan, Jawa Timur, dan mungkin di bebarapa tempat di Pulau Jawa menggunakan simbol kearifan lokal ini. Sesaat menjelang waktu magrib pada saat bulan ramadhan bunyi kentongan ini akan menggaung di perkampungan sebagai tanda masuknya waktu magrib dan juga waktu berbuka puasa telah tiba.