1. Dari sudut masyarakat, belum ada pendidikan politik yang menjangkau pada akar rumput.
  2. Partai politik juga belum memainkan peran dalam memberikan pendidikan politik yang regular,terprogam dan sustainable. Yang ada saat ini hanyalah pesta politik lima tahunan bukan pendidikan politik.
  3. Rakyat belum dijadikan komoditas politik. Situasi ini akibat dari kebijakan “floating mass” masa pemerintanah lalu.
  4. kebijakan negara belum memberikan kepada rakyat atas akses dan bisa mempengaruhi perumusan perudang-undangan dan proses pembuatan kebijakan publik dari pemerintah pusat hingga daerah.
  5. faktor kualitas dan komitmen pemimpin bangsa yang masih rendah.