MACAM-MACAM MODEL KOMUNIKASI

Sebagai alat untuk menjelaskan fenomena komunikasi, model mempermudah penjelasan dalam penjabaran tentang fenomena komunikasi itu sendiri. Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak, denagn menonjolkan unsur-unsur  terpenting dalam fenomena tersebut. Model jelas bukan fenomena itu sendiri.

Fungsi suatu model adalah member ikan teoretikus suatu struktur untuk menguji temuan mereka dalam dunia nyata[1]. Meskipun demikian, model, seperti juga definisi atau teori. Gordon Wiseman dan Larry Barker[2] mengemukakan bahwa model komunikasi mempunya tiga fungsi:

  1. Melukiskan proses komunikasi
  2. Menunjukkan hubungan visual
  3. Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi

Deutsch menyebutkan bahwa model mempunyai empat fungsi:

  1. Mengorganisasikan
  2. Heuristik
  3. Prediktif
  4. Berapa banyak ; pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi[3]

→      Fungsi-fungsi tersebut pada gilirannya merupakan basis untuk menilai suatu model:

  1. Seberapa umum (general) model tersebut? Seberapa banyak bahan yang diorganisasikan nya, dan seberapa efektif ?
  2. Seberaa heuristic model tersebut model tersebut? Apakah ia membantu menemukan hubungan-hubungan baru, fakta, atau mode?
  3. Seberapa penting prediksi yang dibuat dari model tersebut bagi bidang penelitian? Seberapa strategis prediksi itu pada tahap perkembangan bidang tersebut ?
  4. Seberapa akurat pengukuran yang dapat dikembangkan dengan model tersebut?

Deutsch juga menambahkan kriteria berikut untuk menilai model:

  1. Seberapa orisinal model tersebut? Seberapa banyak pandangan baru yang ditawarkannya?
  2. Bagaimana kesederhanaan dan kehematan (parsimoni) model tersebut? (ini menyangkut efisiensi model atau pencapaiannya akan tujuan yang dimaksudkan. Suatu contoh terbaik adalah teori Einstein bahwa energy dan materi dapat dipertukarkan, yang dinyatakan sebagai E= mc ²
  3. Seberapa nyata model tersebut? Seberapa Jauh kita bergantung padanya sebagai representasi realitas fisik?

TIPOLOGI MODEL

Gerhard J. Hanneman dan William J. McEwen,[4] menggambarkan taksonomi dalam sebuah grafik yang melukiskan derajat  abstraksi yang berlainan.

MODEL-MODEL KOMUNIKASI; SUATU PERKENALAN

MODEL ARISTOTELES

Jenis komunikasi klasik yang sering juga disebut model retoris. Terdapat tiga unsure dasar proses komunikasi model ini, yaitu pembicara(speaker), pesan (message) dan pendengar (listener).

MODEL LASSWEL

Tiga fungsi yang komunikasi dalam model ini adalah

  1. Pengawasan lingkungan yang mengingatkan anggota-anggota.
  2. Korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan.
  3. Transmisi warisan social dari suatu generasi ke generasi lainya.

MODEL SHANNON DAN WAEVER

Model yang sering disebut model matematis.

MODEL SCHRAMM

Memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan dalam bidang pengalaman dalam sumber dan sasaran-lah yang sebenarnya dikomunikasikan.

MODEL NEWCOMB

Model yang memandang komunikasi dari psikologi-sosial.

MODEL WESTLEY DAN MaCLeaN

Suatu model yang mencakup komunikasi antarpribadi dan komunikasi masa, serta memasukkan umpan balik sebagai bagian integral dari proses komunikasi.

MODEL GERBNER

Merupakan perluasan dari model lasswell.[5] Model ini terdiri dari model verbal dan model diagrammatic. Model verbal Gerbner adalah sebagai berikut:

  1. Seseorang (sumber, komunikator)
  2. Mempersepsi suatu kejadian
  3. Dan bereaksi
  4. Dalam suatu situasi
  5. Melalui suatu alat (saluran;media; rekayasa fisik; fasilitas administrative dan kelembagaan untuk distribusi dan control)
  6. Untuk menyediakan materi
  7. Dalam suatu bentuk
  8. Dan konteks
  9. Yang mengandung isi
  10. Yang mempunyai konsekuensi

MODEL BERLO

Model ini dikenal denagn model SMCR (source Message Chanel dan Receiver).

MODEL DeFleur

Model komunikasi yang menggambarkan massa ketimbang komunikasi antarpribadi.

MODEL TUBBS

Model komunikasi yang menggambarkan komunikasi yang paling mendasar, yaitu komunikasi dua orang (diadik). Model ini sesuai dengankonsep komunikasi sebagai transaksi, yang mengasumsikan kedua peserta komunikasi sebagai pengirim dan sekaligus juga penerima pesan.

MODEL GUDYKUNTS DAN KIM

Model yang merupakan model komunikasi antarbudaya, yakni komunikasi antara orang-orang yang berasal dari budaya yang berlainan.

MODEL INTERAKSIONAL

Model yang berlawanan dengan model stimulus-respon (R-S). Model ini merujuk pada model komunikasi yang dikembangkan oleh ilmuwan social yang menggunakan perspektif interaksi simbolik.

MODEL S-R

Model yang paling dasar. Model ini dipengaruhiboleh disiplin psikologi(khususnya yang beraliran behavioristik). Model ini menggambarkan hubungan stimulus-respons.


[1]Cassata dan Asante, hlm. 72.

[2] Gordon wiseman dan Larry Barker. Speech-Interpersonal Communication. San Fransisco: Chandler, 1967, hlm. 13-14.

[3] Lihat severin dan Tankard, Jr hlm. 37.

[4] Lihat Cassanta dan Asante, hlm.64

[5] Lihat Cassata dan Asante, hlm.67-69; Severin dan Tankard, Jr., hlm, 50-52