Awal-awal pertumbuhan game di Indonesia belum begitu berdampak banyak terhadap minat masyarakat untuk merasakan sensasinya. Beberapa faktor diantaranya yang mungkin menjadi penyebabnya adalah, harga yang relatif mahal, belum begitu familiar dan kualitas game yang belum menarik di masa awal pertumbuhannya.

Namun saat ini keberadaan game di Indonesia sudah menjamur bak pasir di gurun pasir, yang sudah sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan penikmatnya seperti aspek sosial, agama, psikis bahkan sampai pola hidup.

Game bekembang pesat seiring pertumbuhan teknologi yang semakin canggih, tuntutan pasar semakin tinggi dan tidak luput juga tuntutan kapitalisme memboncengi dibelakangnya.

Perkembangan game

Game adalah salah satu media yang berkembang sangat pesat dua dasawarsa ini, kalau di awal 1990-an game masih bisa dianggap sebagai komoditas anak – anak, di era 2000 ke atas, game sudah menjangkau berbagai bidang seperti hiburan untuk semua kalangan, bisnis, simulasi, edukasi, dan juga pembelajaran virtual. sangat pesat.

Tidak hanya di negara barat sebagai pusat industri, kini pertumbuhan game, baik dari segi produsen maupun konsumen juga mulai merambah ke pasar pasar yang lebih luas termassuk salah satunya Indonesia.

Jenis Konsol Game

Dari zaman ke zaman terdapat perkembangan di dunia mainan ini, beberapadiantaranya kalah bersaing lalu tenggelam, ada juga yang masih berlanjut, beberapa diantaranya adalah :

Gamecube

Lebih kita kenal dengan konsol game yang menonjolkan kaakter lucu, lebih tepatnya Nitendo atau jenis mesin game yang muncul diawal perkembangan dunia game.

PS 1 dan 2  (playstation)

Konsol game yang satu ini mampu meberikan visualisasi yang menarik serta mempunyai keunggulan dari segi jenis permianannya yang lebih variatif daripada pendahulunya.

Sifat Game

Offline

Contoh-contoh yang telah disebutkan diatas, seperti nitendo ataupun playstation merupakan contoh game yang bersifat offline yang dapat dimainkan tanpa jaringan nirkabel atau mudahnya permainan ini bersifat lokal yang dengannya seseorang tidak harus membutuhkan jaringan internet

Online

Era cyberspace telah mempengaruhi perubahan disegala aspek yang salah satunya adalah pola komunikasi yang terjadidalam dunia game. Ini menjadi hal yang sangat menaik ketika seorang gamers mampu bertatap muka, bergaul, bertukar pikiran, bahkan sampai ke level bersaing.

Game Online menjadi pembicaraan hangat di awal tahun millenium, yang sejak itu telahmelahirkan generasi pecandu game di berbagai belahan dunia. Dunia game yang satu ini bersifat luas dari segi interaksi khalayak yang dimana sanggup menjadi magnet para pecandu game untuk mencoba sensasinya. Berbeda ketika disandingkan game offline yang hanya bersifat dua atau maksimal hanya sampai lima orang dalam hal game interaction.

Lebih banyak positifnya atau buruknya?

Membahas mengenai dampak game tidak terlepas dari baik dan buruk, disini kita akan mebahas apa saja dampak yang ditimbulkan, sehingga kita bias menimbang-nimbang penting gak sih game untuk remaja dan anak-anak kita, langsung saja menurut penelitian dari berbagai Negara maju hasil posifnya yaitu

v  Memainkan video game membuat anak mengenal teknologi computer.

v  Game dapat memberikan pelajaran dalam hal mengikuti arahan dan aturan.

v  Beberapa game menyediakan latihan untuk pemecahan masalah dan loika.

v  Game menyediakan latihan penggunaan saraf motorik spatial skill.

v  Game menjadi sarana keakraban dan interaksi akrab antara orang tua dan anak ketika   bermain bersama.

v  Game mengenalkan teknologi dan berbagai fiturnya.

v  Beberapa game mampu menyediakan sarana penyembuhan untuk pasien tertentu.

v  Game menghibur dan menyenangkan.

Banyak pilihan untuk kita pilih, dunia game menawarkan game yang menarik tetapi sejatinya merusak ataupun juga menarik tetapi tidak merusak seperti contoh game yang berjudul Harvest Moon yang mengajarkan bagaimana seseorang yang taat kepada orang tuanya, rajin bekerja, menghargai waktu, menyayangi binatang, mengajarkan arti tanggung jawab yang sangat sedikit sekali game seperti ini beredar. Contoh lain dari game yang menarik namun merusak seperti permainan yang memperlihatkan adegan pembunuhan, pelecehan seksual, ataupun pelanggaran tata tertib seperti, resident evil, GTA, 7 sins ataupun Playboy the mansion.

Dampak positif yang telah dipaparkan masih bersifat umum, darimana kita memandangnya maka persepsi itu akan lahir. Sejatinya, pemilihan game yang baik akan berdampak juga terhadap baiknya jasmani dan rohani seseorang yang memainkannya.

Antara hobi dan candu

pecandu game

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilustrasi yang menarik menggelitik rasa ingin tahu para remaja pada khususnya yang notabenianya masih labil dengan rasa keingintahuan yang tinggi

“Segala sesuatu jika overdosis itu tidak baik”

Sepenggal kalimat bijak yang sering kita dengar namun masih banyak dari anak remaja yang melupakan itu dalam hal yang satu ini. Berawal dari iseng-iseng akhirnya menjadi candu, niatnya mengisi waktu luang daripada bengong.

Segala sesuatu yang sifatnya sia-sia atau mubadzir adalah sifat setan.

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Dalam surat Al israa’ ayat 27 diatas menegaskan segala hal yang tidak bermanfaat atau terkesan berlebihan adalah bentuk dari makar setan agar dalam hidup manusia melakukan hal yang sia-sia. Karena kita tahu hidup di dunia ini sejatinya hanyalah untuk beribadah, meski sebenarnya hidup dunia ini memang hanyalah sebuah permainan yang tidaklah kita harus membuat permianan lagi.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

Bermain game tidaklah diharamkan, namun harus ada porsi tersendiri karenannya orang yang sudah kecanduaan dengan game akan selalu merasa kurang dalam hidupnya jika belum bermain game dalam kesehariannya. Akan lebih parah lagi saat game menjadi Tuhan, karna game seseorang melupakan ibadah, seperti sholat karena begitu asyiknya, begitu bersemangatnya yang ujung-ujungnya ibadah wajibpun luput dari ingatan. Hal ini juga menjadi patologi sosial ketika seseorang tidak melakukan kegiatan apapun kecuali nge-game dan melupakan interaksi sosial, manusia diciptakan untuk saling mengenal satu-sama lain dan itu juga menjadi perintah agama, dalam surat Al hujurat: 13 berbunyi :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal…”.

Sangat menyalahi perintah ketika seseorang tidak melakukan perintah Tuhan dalam bersosialisasi dengan sesama karena kodrat manusia adlah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain.

Penulis telah melakukan pengamatan selama kurang lebih satu tahun dalam menyajikan tulisan ini. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri ketika melihat fenomena yang menyangkut keselamatan jiwa seseorang gamers. Bermain game atau nge-game itu menyehatkan karena seseorang sebagai makhluk bermain membutuhkan sisi-sisi ketidakseriusan dalam hidupnya. Namun jika berlebihan itu tidak akn menjadi baik justru sebaliknya. Nge-game melatih otak, merangsang kekreatifitasan saat otak berfikir maka tangan yang melakukan dan kesemuanya harus sinkron diantara keduanya. Namun yang menjadi permasalahaan adalah game menjadi candu bagi beberapa orang dan itu justru malah berakibat fatal terhadap psikologis, jasmani, sampa ke tahap rohani.

Dalam perspektif psikologi, seseorang akan lebih cenderum pendiam, pasif, tidak mempunyai pendirian karena mereka gamers atau game mania jarang sekali bersosialisasi dengan masyarakat karena telah bersosialisasi dengan dunia mayanya. Lebih parah lagi ketika kehidupan nyata mereka anggap seperti di dalam dunia game yaitu mereka menganggap pembunuhan itu hal biasa, seseorang mampu terbang diatas awan, sampai kasus-kasus tak lazim seperti yang pernah terjadi di awal-awal kemunculan negatifnya game korban game smackdown oleh anak-anak.. Tentunya mental seperti inilah yang seharusnya dihilangkan, karena apa yang mereka mainkan di dalam permainannya adalah semu. Selanjutnya dari segi jasmani, sudah jelas bagi mereka yang mempunyai aktivitas lebih sedikit daripada umumnya akan berdampak buruk bagi kesehatannya. Bermain game membuat tubuh pasif, duduk dan diam adalah rutinitas yang dijalani para gamers yang dimana jika hal ini berlangsung lama tanpa jeda bisa dibayangkan efek apa yang akan mengganggu jasmaninya.

“…..Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu.” (An-Nisa: 29).

Hal inilah yang menjadi dasar penulis melihat pemboosan waktu yang ternyata malah berdampak buruk juga terhadap mental dan kesehatan seorang gamers.

Jika mental dan kesehatan sudah terganggu maka kehidupan rohani juga akan ikut terganggu, orang yang lupa waktu sama saja dengan tak sadarkan diri yang menjadi lupa segalanya sampai-sampai lupa terhadap kewajibannya sebgai makhluk yang membutuhkan Tuhan.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).

Setiap orang haruslah pandai dalam mengatur waktu dan juga meliterasi sebuah game agar kedepannya fenomena kecanduan game tidak berdampak fatal terhadap diri sendiri khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Materi Refrensi

Al Qur’an

-          Al-Baqarah: 195

-          An-Nisa: 29

-          Al Israa’: 27

-          Al Ankabuut: 64

-          Al Hujurat: 13

-          QS. Al Bayyinah: 5

Game Mania, M. Iwan januar & E.F Turmudzi, Gema Insani.

Cerdas Dengan Game, Panduan Praktis bagi Orangtua dalam Mendampingi anak bermain Game, Samuel Henry, PT Gramedia Pustaka Utama

About these ads