Latest Entries »

KARAKTERISTIK MANUSIA KOMUNIKAN

Prolog

Gnothi Seauthon (kenalilah dirimu).

Motto yang menjadi sumber berkembangnya filsafat di Yunani. Gnothi Seauthon- kenalilah dirimu!

Sebagai sebuah ilmu pengetahuan, ilmu komunikasi mempunyai peran utama atau subyek sebagai pelaku utama dalam proses berjalannya sebuah komunikasi yaitu manusia.

Sebelum berbicara tentang komunikasi terlebih dahulu perlu dibahasfaktor utamanya yaitu manusia itu sendiri dengan menggunakan kajian ilmu psikologi.

Dalam versi psikologi ahli linguistic dan ahli teknik mempunyai tugas yaitu sebagai berikut:

  • ahli linguistic membahas komponen-komponen yang membentuk struktur pesan
  • ahli teknik menganalisa berapa banyak ”noise” terjadi di jaklan sebelum pesan sampai pada komunikate, dab berapa banyak pesan yang hilang

PSIKOLOGI KOMUNIKASI

Fokus psikologi komunikasi adalah manusia komunikan. Sebagai psikolog, kita memandang komunikasi justru pada perilaku manusia komunikan. Karena itu, penting terlebih dahulu kita mengenal diri kita

Psikologi mulai masuk ketika membicarakan bagaimana manusia memproses pesan yang diterimanya.

Bagaimana cara berpikir dan cara melihat manusia dipengaruhi oleh lambang-lambang yang dimiliki.

  1. Konsepsi Psikologi Tentang Manusia

ada 4 Teori pendakatan psikologi

  1. Psikoanalisis
  2. Kognitif
  3. Bahaviorisme
  4. Humanisme

Konsepsi Manusia dalam Psikoanalisis

Menurut Freud

Perilaku manusia hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian Id, Ego, dan Superego.

Konsepsi Manusia dalam Behaviorisme

Dalam konsep ini manusia dipandangs ebagai robot tanpa jiwa, tanpa nilai.

Menganalisa perilaku yang tampak saja, yang dapat di ukur , dilukiskan dan diramalkan.

Konsepsi Manusia dalam Psikologi kognitif

Berpendapat bahwa manusia bukan lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan, akan tetapi sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, makhluk yang selalu berfikir Homo Sapiens

Aliran psikologi Gestalt

  • Manusia tidak memberikan respon kepada stimuli secara otomatis. Manusia adalah organisme aktif yang menafsirkan dan bahkan mendistorsi lingkungan.
  • Perilaku manusia harus dilihat dalam konteksnya.

Konsepsi Manusia dalam Psikologi Humanistik

Beberapa poin penting yaitu:

  • Perhatian pada makna kehidupan

Manusia bukan saja pelakon dalam kehidupan, bukan saja pencari identitas tetapi juga pencari makna.

Ada sebuah kata bijak dari Victor E. Frankl

“Manusia justru menjadi manusia ketika mempertanyakan apakah hidupnya bermakna”.

  1. Faktor-Faktor Personal yang mempengaruhi Perilaku Manusia
  1. Biologis

Manusia tidak ada bedanya dengan binatang.

Ketika manusia tidak makan selama sehari ia akan merasa lapar begitu juga kucing ketika dalam keadaan yang sama.

Adanya perilaku tertentu yang merupakan bawaan manusia, dan bukan merupakan pengaruh lingkungan.

  1. Sosiopsikologis

Ada tiga komponen

  1. Afektif

Aspek emosional dan dari factor psikologis.

(sosiogenesis, sikap dan emosi)

SOSIOGENIS

Mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam membentuk perilaku sosial.

Berbagai klasifikasi motis sosiogenis :

  • W.I Thomas dan Florian Znaniecki
  1. Keinginan memperoleh pengalaman baru
  2. Keinginan untuk mendapat respons
  3. Keinginan akan pengakuan
  4. Keinginan akan rasa aman
  • David McClelland
  1. Kebutuhan berprestasi
  2. Kebutuhan akan kasih dan saying
  3. Kebutuhan berkuasa
  • Abrham Maslow
  1. Kebutuhan akan rasa aman
  2. Kebutuhan akan keterkaitan dan cinta
  3. Kebutuhan akan penghargaan
  4. Kebutuhan untuk pemenuhan diri

SIKAP

Definisi

  • Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi atau nilai. Sikap bukan perilaku tetapi kecenderungan untuk berperilaku denagn cara-cara tertentu terhadap objek sikap
  • Sikap mempunyai daya pendorong atau motivasi
  • Sikap relative lebih menetap
  • Sikap memandang aspek avaluatif, artinya mengandung nilai menyenangkan atau tidak menyenangkan
  • Sikap timbul dari pengalaman, tidak dibawa sejak lahir, tetapi merupakan hasil belajar

EMOSI

Merupakan bumbu-bumbu kehidupan, tanpa emosi hidup ini kering dan gersang

Ada empat fungsi emosi yaitu:

  1. Pembangkit energy
  2. Pembawa informasi
  3. Pembawa pesan
  4. Sumber informasi tentang keberhasilan kita

Emosi berbeda- beda dalam hal intensitas dan lamanya, ada emosi ringan, berat, dan desintegratif.

  1. Kognitif

Aspek intelektual, berkaitan apa yang diketahui manusia.

KEPERCAYAAN

Merupakan keyakianan akan hal itu salah atau benar atas dasar bukti atau sugesti otoritas, pengalaman dan intuisi.

KEBIASAAN

Aspek perilaku manusia yang menetap berlangsung secara otomatis tidak direncanakan.

KEMAUAN

  • Kemauan erat kaitannya dengan tindakan
  • Ada yang mendefinisikan kemauan sebagai tindakan yang merupakan usaha seseorang untuk mencapai tujuan
  1. Konatif

Aspek volisional, berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.

  1. Faktor-Faktor Situasional yang mempengaruhi Perilaku Manusia
  1. Ekologis

Bahwa keadaan alam mempengaruhi gaya hidup dan perilaku.

  1. Rancangan dan Arsitektural

Perilaku lingkungan yang dibuat manusia tehadup pola perilaku penghuninya. Satu rancangan arsitektur mempengaruhi pola komunikasi diantara orang-orang yang hidup dalam naungan arsitektural tertentu.

  1. Temporal

Yang mempengaruhi manusia bukan saja dimana mereka berada tetap juga bilamana mereka berada.

  1. Suasana Perilaku (Behavior Setting)

Setiap suasana terdapat pola-pola hubungan yang mengatur perilaku orang-orang di dalamnya.

  1. Teknologi

Lingkungan teknologi membentuk serangkaian perilaku sosial yang sesuai dengannya (sociosphere). Bersamaan dengan itu tumbuhlah pola-pola penyebaran informasi (infosphere) yang mempengaruhi suasana kejiwaan (psychosphere) setiap anggota masyarakat.

  1. Faktor Sosial

Dari segi komunikasi, teori penyebaran inovasi dan teori kritik, memperlihatkan bagaimana system komunikasi sangat dipengaruhi oleh struktur sosial. Karakteristik populasi seperti usia,kecerdasan, karakteristik biologis mempengaruhi pola-pola perilaku anggota-anggota populasi itu. Misalnya kelompk orang tua melahirkan pola perilaku yang pasti berbeda dengan kelompok anak-anak muda.

  1. Lingkungan Psikososial

Persepsi kita tentang sejauh mana lingkungan memuasakan atau mengecewakan kita, akan mempengaruhi perilaku kita dalam lingkungan itu.

  1. Stimuli yang Mendorong dan Mempengaruhi Perilaku

Kendala situasi yang mempengaruhi kelayakan melakukan perilaku tertentu. Ada situasi yang memberikan rentangan kelayakan perilaku(behavior appropriateness) seperti situasi di taman,

Situasi permitif dimana orang bisa bebuat sekehandak hatinya tanpa rasa malu, sebaliknya situasi estriktif menghambat orang untuk berperilaku sekehandak hatinya.

 

Fenomena Alay


Apa alay itu
Sebuah sebuatan untuk anak layang, anak lebay atau bisa disebut anak norak atau berlebihan denagn contoh kecil yang akan saya ulas adalah mulai dari cara mereka berpakaian sampai cara mereka berkomunikasi. Sebenarnya Fenomena ini sudah mulai ada sekitar tahun 2008 hanya saja istilah itu mulai santer akhir-akhir ini.
Siapa pelaku dari komunitas alay
Para alayers tergabung oleh kesamaan idealisme yang ingin dihargai ingin diketahui ke-eksitensiannya. Biasanya anak muda yang mempopulerkannya karena masa-masa muda adalah masa pencarian jati diri sehingga kasus itu memungkinkan terjadi kecenderungan ingin tampil beda.
Mengapa ada fenomena alay
Fenomena yang muncul ketika para anak muda khususnya ingin memberitahu kepadsa dunia bahwa inilah kami, sebagai penunjuk ke-eksistensiannya bahwa dia ada dan berani tampil beda. Pengungkapan Ke-eksistensian diri menjadi salah satu faktor sosial yang melahirkan fenomena ini.
Kapan fenomena itu berlansung
Contoh kecil ketika bahasa slang atau bahasa rusak yang mulai digunakan para alayers digunakan untuk sms. Misalnya kata kamu menjadi U, kata aku menjadi Q atau quw, banget menjadi beudh dan kata-kata aneh yang seiring menghiasi bahasa sms dewasa ini mulai dari anak remaja bahkan ada sebagian dari orang dewasa yang terkena virus virus alay.
Bagaimana bentuk fenomena alay itu
Dengan berbagai macam atribut yang terlihat aneh seperti seorang anak muda pria contohnya memakai kaos berwarna merah muda dan clana pensil berwarna kuning, orang akan menyebutnya norak atau berlebihan karna terkesan terlalu mencolok.
Pokok masalahnya mungkin tidak terlalu significan tetapi diambilah sekedar contoh yang bila diabaikan bisa menimbulkan masalah serius dalam prespektif ilmu komunikasi, seperti contoh pesan singkat atau sms yang dimana bila terjadi missunderstanding karena bahasa yang disampaikan tidak menggunakan bahasa lamai manusia melainkan sudah terkontaminasi bahasa slang.

Fenomena tari pogo anak muda

Apa itu tari pogo
Yaitu ciri khas anak punk yang terkesan anarki, urakan yang kerap menimbulkan keributan. Hentakan kepala serta gerakan tangan, kaki yang onar dari tarian tersebut kerap membahayakan bagi orang di sekitarnya.
Siapa subyek dari pelaku tarian tersebut
Anak muda dan dewasa yang terkumpul dalam sebuah perkumpulaan yang bisa disebut sebagai komunitas “punk”.

 
Mengapa ada tarian tersebut
Selanjutnya faktor sosial mengapa muncul fenoena tersebut muncul salah satunya adalah disebabkan tarian tersebut dijadikan sebagai wujud identitas sebuah kelompok sosial (anak punk) yang digunakan sebagai media untuk mengkomunikasikan keberadaan anak punk melalui ciri khas tarian mereka yaitu tari pogo.
Kapan tarian itu berlangsung
Yaitu ketika suasana yang menimbulkan keinginan menari tarian punk kaum anak muda (khususnya) itu muncul. Disini saya meneliti ketika saat konser musik berlansung dengan irama yang menghentak sering menimbulkan keinginan untuk memulai ritual tarian pogo dan serta mertal-ah sekelompok punk itu beraksi.
Bagaimana model tarian tersebut
Mereka membuat sebuah lingkaran yang dimana mereka saling berpegangan tangan bergerak memutar dengan hanya menggerakkan kaki dan sesekali keluar dari kelompok untuk berbuat anarki melalui rutinitas tarian tersebut.
Berdesak-desakkan dan beradu kekuatan fisik siapa yang kuat dia menang dan yang lemah dia akan terjatuh.
Sekarang masalah yang timbul adalah dengan adanya tarian yang diperagakan kaum punk ketika beraksi di sebuah konser yang sedang berlangsung adalah sering timbulnya kericuhan dan tidak sedikit sebagian mereka hari menghilangkan kesadaran mereka ketika akan melangsungkan tarian tersebut karena butuh mental yang super ketika mereka (punk) yang sendiri tidak bersama komunitasnya melakukan tarian tersebut di depan penonton konser yang ada.
Sering acara konser terpaksa diberhentikan karena tidak sedikit menimbulkan korban berjatuhan ketika konser berlangsung karena fenomena tarian tersebut.Misalnya saja dengan kejadian tersebut dari pihak EO mengalami kerugian serta kekecewaan penonton konser yang ingin melihat aksi panggung band kesayangan mereka yang sempat diberhentikan atau mungkin bisa di anggap selesai oleh aparat keamanan yang menjaga ketertiban karena dianggap tidak layak lagi bila diteruskan konser itu.Karena tidak sedikit juga aparat keamanan yang kualahan memberikan keamaan terhadap penonton konser atas akibat tarian tersebut.
Selain itu akan mempunyai dampak lain, seperti adanya anak muda yang lain bergabung mengikuti alunan tarian yang ini pada kasusnya mempunyai postur tubuh yang kecil, karena mereka yang hanyut dala  tarian tersebut bukan hanya kelompok anak punk saja, ketika dia jatuh akibat berjubelnya dan saling berdesak-desakannya misalnya mungkin tidak akan ditolong malah akan dibiarkan dan nyawapun menjadi taruhannya.

BBM bersubsidi haram hukumnya bagi orang mampu, itulah fatma MUI yang didukung kementrian ESDM saat saya mengetahui acara sekilas berita di televis pada hari Selasa, 28 Juni 2011. Sekarang pada kenyataanya jikalau orang mampu memakai gas elpigi tiga kg apakah hukumnya haram, dengan fatma MUI yang sedemikian itu, pasti banyak pihak yang akan mengeluhkan apabila usulan itu benar-benar menjadi kenyataan.

Dasar MUI untuk mengeluarkan fatwa benar adanya, akan tetapi membedakan yang kurang mampu dan kaya itu sulit, hanya tergantung keyakinan masing-masing saya ini kaya atau miskin dan mengandalkan hal seperti itu pun belum tentu efektif. Ada orang mempunyai persepsi orang miskin yaitu orang yang tidak bisa membeli mobil, hal itu menjadikan keyakinan akan haram atau tidaknya menjadi kabur karena masing-masing mempunyai ukuran tersendiri tentang persepsi kekayaaan Sebenarnya sudah tepat menurut hukum Islam, karena jika merampas hak rakyat kurang mampu merupakan bentuk ke dzaliman, namun pertimbangan yang matang dan efektifitas penerapan di lapangan perlu juga menjadi perhatian MUI.

Menurut saya bukan fatwa yang seharusnya dikeluarkan namun tindakan tegas dari pemerintah atas larangan penggunaan premium bersubsidi bagi mobil mewah. Pemerintah harus memberi contoh, agar golongan yang dimaksud tidak menggunakan BBM bersubsidi. Karena sekarang ini banyak sekali orang yang tergolong kaya dengan mobil mewahnya yang masih menggunakan BBM Premium bersubsidi. Hal ini menyebabkan subsidi tersebuat tidak tepat sasaran karena yang menikmatinya justru adalah orang kaya dengan mobil mewahnya. Dengan isu munculnya fatwa itu juga ada isu lebih hangat untuk memperkuat BBM bersubsidi haram di gunakan kalangan atas dengan harga BBM yang akan masih dinaikkan lagi. Kalaupun seperti itu, jangan ada BBM bersubsidi, karena akan memperumit proses penempatan hak (antara mereka yang mampu pakailah BBM non subsidi sedangkan BBM bersubsidi untuk mereka yang kurang mampu), biarlah BBM dijual seadanya tanpa adanya subsidi. Untuk itu, mereka yang “mampu” ya membeli dan mereka yang belum mampu tidak usah membeli. Kemudian pemerintah menyediakan tranportasi yang murah, aman dan tepat waktu bagi rakyatnya atau pemerintah benar-benar mengalokasikan BBM bersubsidi kepada angkutan umum misalnya, yang mungkin mereka lebih membutukan BBM yang bersubsidi Ditakutkan fatwa tersebut hanya diboncengi kepentingan poliik di belakangnya. Dengan Kementrian ESDM menggandeng MUI untuk membuatkan fatwa, segala carapun bisa ditempuh untuk mendapakatkan sesuatu.

Dan kadang terfikir mengapa hal yang lebih penting dan itu tidak diharamkan ketika para koruptor sangat merampas hak rakyat tidak ada fatwa koruptor itu haram, seharusnya dibuatkanlah sebuah fatwa dengan Pihak KPK mengandeng MUI untuk membuat sebuah piagam fatwa haram korupsi.

Auliya Alim Ahmadi

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Merapi dalam Berita

Kurangnya Penanganan Yang Serius Pemerintah Dalam Menangani Pengungsian Korban Merapi di Stadion Maguwohardjo Sleman

YOGYAKARTA-Menjadi salah satu tempat alternatif yang dijadikan sebagai tempat aman bagi para korban bencana merapi karena lokasinya yang lumayan jauh dari puncak merapi yaitu di stadion Maguuwohardjo Sleman di daerah Depok Sleman Yogyakarta. Merupakan Posko yang paling ramai karna tempatnya yang berskala besar sehingga bisa menampung para pengungsi dari berbagai daerah yang terkena dampak merapi.

Para Pengungsi terus berdatangan ke stadion guna mencari aman guna menghindari ancaman yang di keluarkan oleh merapi mulai hari kamis, 4/11/10 malam setelah terdengar gemuruh dari gunung merapi para pengungsi berbondong bondong menuuju stadion dan beberapa lainnya dievakuasi oleh petugas TNI dan para relawan.Saat ini batas aman semakin sempit melihat kegiatan merapi yang semakin menjadi jadi setelah diwarnai hujan kerikil kemarin malam serta hujan abu sekitar jam 06.00 pagi tadi. Berbagai bantuan datang dari para relawan berupa makanan, perlengkapan balita dan perempuan terus mengalir akan tetapi merupakan sebuah kecerobohan pemerintah dalam menangani masalah yang berskala besar yang menyangkut kehidupan rakyatnya. Sejumlah pengungsi korban bencana merapi di stadion Maguwohrdjo  mengeluhkan bahwa mereka belum mendapatkan jatah makanan meski bantuan makanan dari para relawan terus kunjung datang membawakan kebutuhan pokok tersebut.

Menjadi sebuah keironisan hal itu terjadi karena hampir setiap menit bantuan datang akan tetapi masih ada yang belum mendapatkan jatah makanan khususnya. Distribusipun tidak merata melalui survey didapatkan masih banyak bantuan yang terkumpul disatu posko yang seharusnya bisa tersebar disemua posko akhirnya beberapa posko cenderung memiliki sisa makanan khususnya lebih banyak yang seharusnya dibutuhkan para pengungsi di lain tempat (posko bencana merapi).

Di Stadion Ini datang berbagai reporter dari berbagai TV Nasional meliputi, RCTI, Global TV, TV One, MNC TV, INDOSIAR, SCTV Terlihat dari air muka para pengungsi yang kosong dan terkesan cemas pasrah menunggu kepastian kapan berakhinya bencana tersebut, beberapa orang ada yang sesekali kembali ke rumahnya meskipun sangat berbahaya akan tetapi karena alasan kurang nyaman dan ada juga yang masih sempat untuk menjenguk binatang peliharaannya.

Kurangnya air bersih, dan juga kamar mandi yang bila dibandingkan dengan jumlah pengungsi sangat layak menjadi perhatian. Tampak hampir tidak ada jeda kamar mandi kosong yang berjedakan lebih dari satu menit, karena selalu penuh dengan antrean yang berjubel, perlu penanganan yang serius dari pemerintah untuk membenahi sistem penanggulangan bencana tersebut.

Sampai hari ini Pengungsi yang berada distadion berjumlah lebih dari seribu orang. Dan jumlah itu terus bertambah terlihat banyak kendaraan para pengungsi yang terus masuk ke dalam stadion juga mengingat bencana merapi yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Terlihat banyak anak kecil-kecil yang belum begitu paham apa yang sedang terjadi mereka asyik bermain dengan sebayanya di dalam stadion yang seharusnya mereka mengenyam pelajaran disekolah.

Beberapa relawan mempunyai inisiatif berbeda mereka menawarkan jasa berupa hiburan untuk anak-anak di stadion dengan mengajak bermain, para relawan yang bergabung adalah para mahasiswa yang mempunya ide kreatif merubah bentuknya menjadi seorang tokoh pahlawan di televisi yaitu menjadi Power Ranger yang dimana banyak digemari anak-anak. Disaat duka menyelimuti tetapi berkat kegigihan para relawan di posko Maguwohardjo tersebut anak-anak bisa melupakan sejenak kepenatan yang menimpanya.

Setelah kami mengamati beberapa patologi sosial tentang simbol – simbol yang masih dipercayai masyarakat,kami mengemukakan beberapa macam mitos yang masih dipercayai masyarakat seperti

Kain bercorak seperti papan catur merupakan perlambangan sebuah benda yang di sakralkan di Pulau Dewata.

Di Pulau Bali, yang notabenia masyarakat hindu masih sangan memegang teguh simbol-simbol yang merupakan sebuah tradisi keagamaa yaitu memberikan sebilah kain bermotif catur dengan dua warna hitam dan putih membalut sebagian permukaan benda. Jika kita pernah berwisata atau katakanlah pernah menginjakkan di tanah dewata kita tentu menyaksikan beberapa pohon yang diangkap keramat atau suci menutu kepercayaan mereka akan kita saksikan pemandangan bahwa seakan-akan pohon sedang menggenakan sarung, atau selain pohon banyak dari arca-arca yang skral jga tidak luput dari kain bermotif kotak-kotak tersebut.

 

Janur kuning melengkung adlah pertanda akan atau sedang diberlangsungkannya ritual pernikahan.

Sebagai contoh masyarakat jawa dan umumnya seluruh adat yang ada mungkin menggunakan simbol ini untuk mengkomunikasikan kepada warga sekitar atau orang pada umumnya bahwa sedang atau akan terjadi upacara pernikahan di tempat yang didirikan junur kuning yang dibuat formasi seperti sebuah pintu atau gapura sebagai perlambangan bahwa mereka (pasutri) sudah tidak bisa di lamar oleh orang lain lagi.Bunyi Kentongan ketika saat adzan magrib guna mengkomunikasikan kepada khalayak umat muslim untuk berbuka

 

Beberapa daerah menggunakan simbol ini ketika menjelang waktu magrib pada saat bulan ramadhan  disebuah daerah di kota Magetan.

simbol pakaian khas Warok Ponorogo

Kalau orang mengenal Warok Ponorogo, sebenarnya ia sudah mulai mengenal sebagian ciri khas daerah. Ia disegani dan dihormati. Gambaran wantah dari seluruh jiwa Warok diwujudkan dalam bentuk yang berperawakan tinggi besar, berkumis, dan berjanggut panjang. Pada pipi dan dada tumbuh bulu-bulu hitam. Ia memakai pakaian yang serba hitam. Menurut kepercayaan setempat, hitam mengandung makna keteguhan. Sedangkan lambang kesucian budi, ilmu, dan tingkah berupa ikat pinggang–koloran, usus-usus (Jawa)–yang berwarna putih, panjang, dengan ujungnya terurai.
Dari sini akhirnya, didapat pengertian bahwa manusia itu perlu sekali dikuatkan dengan kesucian budi, ilmu, dan tingkah laku.
Pertunjukan Reog biasanya terdiri dari beberapa adegan. Adegan pertama adalah tarian pembuka, yang menampilkan 6-8 lelaki dengan pakaian hitam dan muka (atau topeng) yang dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang marah. Setelah para lelaki pemberani tersebut, berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 perempuan atau bisa juga lelaki yang didandani mirip perempuan yang menaiki kuda kepang (kuda-kudaan dari anyaman bambu).

Beberapa macam jenis atribut pakaian yang dikenakan oleh seorang Warok Ponorogo

Busana adat Jawa biasa disebut dengan busana kejawen mempunyai perlambang tertentu bagi orang Jawa dan khususnya oleh Warok sendiri. Busana Jawa penuh dengan piwulang sinandhi (ajaran tersamar) kaya akan ajaran Jawa. Dalam busana Jawa ini tersembunyi ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan sesama manusia, diri sendiri maupun Tuhan Yang Maha Kuasa Pencipta segalanya.
Pakaian adat yang dikenakan pada bagian kepala adalah, seperti iket, udheng : dibagian tubuh ada rasukan (baju): jarik sabuk, epek, timang dibagian belakang tubuh yakni keris dan dikenakan dibagian bawah atau bagian kaki yaitu canela.
Penutup Kepala
a. Iket
Untuk bagian kepala biasanya orang Jawa kuna (tradisional) mengenakan “iket” yaitu ikat kepala yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi penutup kepala. Cara mengenakan iket harus kenceng (kuat) supaya ikatan tidak mudah terlepas. Makna iket dimaksudkan manusia seyogyanya mempunyai pemikiran yang kenceng, tidak mudah terombang-ambing hanya karena situasi atau orang lain tanpa pertimbangan yang matang.
b. Udeng
Hampir sama penggunaannya yaitu udheng, juga dikenakan di bagian kepala dengan cara mengenakan seperti mengenakan sebuah topi. Jika sudah dikenakan di atas kepala, iket dan udheng sulit dibedakan karena ujud dan fungsinya sama. Udheng dari kata kerja Mudheng atau mengerti dengan jelas, faham. Maksudnya agar manusia mempunyai pemikiran yang kukuh, mengerti dan memahami tujuan hidup dan kehidupan atau sangkan paraning dumadi. Selain itu udheng juga mempunyai arti bahwa manusia seharusnya mempunyai ketrampilan dapat menjalankan pekerjaannya dengan dasar pengetahuan yang mantap atau mudheng. Dengan kata lain hendaklah manusia mempunyai ketrampilan yang profesional.
Penadon (Pakaian Khas Warok)
Identitas Warok biasanya hanya dikenal pada pakaiannya yang serba hitam saja. Pakaian ini adalah pakaian asli daerah Ponorogo. Seorang disebut Warok jika ia sudah besar sekali wibawanya dan besar sekali kedudukannya dalam masyarakat.
Sandal (bagaian kaki)
Canela mempunyai arti “Canthelna jroning nala” (peganglah kuat dalam hatimu) canela sama artinya Cripu, Selop, atau sandal. Canela selalu dikenakan di kaki, artinya dalam menyembah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, hendaklah dari lahir sampai batin sujud atau manembah di kaki-NYA. Dalam hati hanyalah sumeleh (pasrah) kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tapi kebanyakan hanya warok muda yang memakai sandal atau canela.
Curiga Lan Warangka
Curiga atau keris berujud wilahan, bilahan dan terdapat di dalam warangka atau wadahnya. Curiga dikenakan di bagian belakang badan. Keris ini mempunyai pralambang bahwa keris sekaligus warangka sebagaimana manusia sebagai ciptaan dan penciptanya Yatu Allah Yang Maha Kuasa, manunggaling kawula Gusti. Karena diletakkan di bagian belakang tubuh, keris mempunyai arti bahwa dalam menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa hendaklah manusia bisa untuk ngungkurake godhaning setan yang senantiasa mengganggu manusia ketika manusia akan bertindak kebaikan.
Warok-warok tua merupakan simpul penting untuk menelusuri identitas budaya masyarakat Ponorogo. Kehadiran mereka mengukuhkan kearifan lokal—nilai, estetika, dan ilmu pengetahuan masa lalu—yang semakin terdesak kapitalisasi dan penyeragaman semua aspek kehidupan.
Namun, warok-warok sepuh itu pada waktunya akan meninggal. Jika generasi berikutnya gagal menangkap dan melestarikan spirit warok, bisa jadi tradisi ini tinggal sejarah. Banyak orang Ponorogo yang memakai pakaian warok, tetapi semakin sulit menemukan warok.
Disadur http://macanponorogo.blogspot.com/ dan http://dian33.wordpress.com

join me in http://www.yuwie.com

http://ww3.yuwie.com/profile/?id=929875

MODEL-MODEL KOMUNIKASI

MACAM-MACAM MODEL KOMUNIKASI

Sebagai alat untuk menjelaskan fenomena komunikasi, model mempermudah penjelasan dalam penjabaran tentang fenomena komunikasi itu sendiri. Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak, denagn menonjolkan unsur-unsur  terpenting dalam fenomena tersebut. Model jelas bukan fenomena itu sendiri.

Fungsi suatu model adalah member ikan teoretikus suatu struktur untuk menguji temuan mereka dalam dunia nyata[1]. Meskipun demikian, model, seperti juga definisi atau teori. Gordon Wiseman dan Larry Barker[2] mengemukakan bahwa model komunikasi mempunya tiga fungsi:

 

  1. Melukiskan proses komunikasi
  2. Menunjukkan hubungan visual
  3. Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi

Deutsch menyebutkan bahwa model mempunyai empat fungsi:

  1. Mengorganisasikan
  2. Heuristik
  3. Prediktif
  4. Berapa banyak ; pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi[3]

→      Fungsi-fungsi tersebut pada gilirannya merupakan basis untuk menilai suatu model:

  1. Seberapa umum (general) model tersebut? Seberapa banyak bahan yang diorganisasikan nya, dan seberapa efektif ?
  2. Seberaa heuristic model tersebut model tersebut? Apakah ia membantu menemukan hubungan-hubungan baru, fakta, atau mode?
  3. Seberapa penting prediksi yang dibuat dari model tersebut bagi bidang penelitian? Seberapa strategis prediksi itu pada tahap perkembangan bidang tersebut ?
  4. Seberapa akurat pengukuran yang dapat dikembangkan dengan model tersebut?

Deutsch juga menambahkan kriteria berikut untuk menilai model:

  1. Seberapa orisinal model tersebut? Seberapa banyak pandangan baru yang ditawarkannya?
  2. Bagaimana kesederhanaan dan kehematan (parsimoni) model tersebut? (ini menyangkut efisiensi model atau pencapaiannya akan tujuan yang dimaksudkan. Suatu contoh terbaik adalah teori Einstein bahwa energy dan materi dapat dipertukarkan, yang dinyatakan sebagai E= mc ²
  3. Seberapa nyata model tersebut? Seberapa Jauh kita bergantung padanya sebagai representasi realitas fisik?

TIPOLOGI MODEL

Gerhard J. Hanneman dan William J. McEwen,[4] menggambarkan taksonomi dalam sebuah grafik yang melukiskan derajat  abstraksi yang berlainan.

FIGUR 1.1 Bentuk-bentuk model dari Gehard J. hainneman dan William  J. McEwen

MODEL-MODEL KOMUNIKASI; SUATU PERKENALAN

  1. MODEL ARISTOTELES

Jenis komunikasi klasik yang sering juga disebut model retoris. Terdapat tiga unsure dasar proses komunikasi model ini, yaitu pembicara(speaker), pesan (message) dan pendengar (listener).

  1. MODEL LASSWEL

Tiga fungsi yang komunikasi dalam model ini adalah

  1. Pengawasan lingkungan yang mengingatkan anggota-anggota.
  2. Korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan.
  3. Transmisi warisan social dari suatu generasi ke generasi lainya.
  4. MODEL SHANNON DAN WAEVER

Model yang sering disebut model matematis.

  1. MODEL SCHRAMM

Memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan dalam bidang pengalaman dalam sumber dan sasaran-lah yang sebenarnya dikomunikasikan.

  1. MODEL NEWCOMB

Model yang memandang komunikasi dari psikologi-sosial.

  1. MODEL WESTLEY DAN MaCLeaN

Suatu model yang mencakup komunikasi antarpribadi dan komunikasi masa, serta memasukkan umpan balik sebagai bagian integral dari proses komunikasi.

  1. MODEL GERBNER

Merupakan perluasan dari model lasswell.[5] Model ini terdiri dari model verbal dan model diagrammatic. Model verbal Gerbner adalah sebagai berikut:

  1. Seseorang (sumber, komunikator)
  2. Mempersepsi suatu kejadian
  3. Dan bereaksi
  4. Dalam suatu situasi
  5. Melalui suatu alat (saluran;media; rekayasa fisik; fasilitas administrative dan kelembagaan untuk distribusi dan control)
  6. Untuk menyediakan materi
  7. Dalam suatu bentuk
  8. Dan konteks
  9. Yang mengandung isi

10. Yang mempunyai konsekuensi.

  1. MODEL BERLO

Model ini dikenal denagn model SMCR (source Message Chanel dan Receiver).

  1. MODEL DeFleur

Model komunikasi yang menggambarkan massa ketimbang komunikasi antarpribadi.

  1. MODEL TUBBS

Model komunikasi yang menggambarkan komunikasi yang paling mendasar, yaitu komunikasi dua orang (diadik). Model ini sesuai dengankonsep komunikasi sebagai transaksi, yang mengasumsikan kedua peserta komunikasi sebagai pengirim dan sekaligus juga penerima pesan.

  1. MODEL GUDYKUNTS DAN KIM

Model yang merupakan model komunikasi antarbudaya, yakni komunikasi antara orang-orang yang berasal dari budaya yang berlainan.

  1. MODEL INTERAKSIONAL

Model yang berlawanan dengan model stimulus-respon (R-S). Model ini merujuk pada model komunikasi yang dikembangkan oleh ilmuwan social yang menggunakan perspektif interaksi simbolik

  1. MODEL S-R

Model yang paling dasar. Model ini dipengaruhiboleh disiplin psikologi(khususnya yang beraliran behavioristik). Model ini menggambarkan hubungan stimulus-respons


[1]Cassata dan Asante, hlm. 72.

[2] Gordon wiseman dan Larry Barker. Speech-Interpersonal Communication. San Fransisco: Chandler, 1967, hlm. 13-14.

[3] Lihat severin dan Tankard, Jr hlm. 37.

[4] Lihat Cassanta dan Asante, hlm.64

[5] Lihat Cassata dan Asante, hlm.67-69; Severin dan Tankard, Jr., hlm, 50-52

Komunikasi Dalam Organisasi

PENDAHULUAN Komunikasi adalah sebuah tindakan untuk berbagi informasi, gagasan atau pun pendapat dari setiap partisipan komunikasi yang terlibat didalamnya guna mencapai kesamaan makna. Tindak komunikasi tersebut dapat dilakukan dalam berbagai konteks.

Tindak komunikasi dalam suatu organisasi berkaitan dengan pemahaman mengenai peristiwa komunikasi yang terjadi didalamnya, seperti apakah instruksi pimpinan sudah dilaksanakan dengan benar oleh karyawan atau pun bagaimana karyawan/bawahan mencoba menyampaikan keluhan kepada atasan, memungkinkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai dengan hasil yang diharapkan. Ini hanya satu contoh sederhana untuk memperlihatkan bahwa komunikasi merupakan aspek penting dalam suatu organisasi, baik organisasi yang mencari keuntungan ekonomi maupun organisasi yang bersifat sosial kemasyarakatan.

TEORI KOMUNIKASI ORGANISASI Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.

Organisasi dan komunikasi Istilah organisasi berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harafiah berarti paduan dari bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung. Di antara para ahli ada yang menyebut paduan itu sistem, ada juga yang menamakannya sarana. Everet M.Rogers dalam bukunya Communication in Organization, mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas. Robert Bonnington dalam buku Modern Business: A Systems Approach, mendefinisikan organisasi sebagai sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.

Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi itu. Ilmu komunikasi mempertanyakan bentuk komunikasi apa yang berlangsung dalam organisasi, metode dan teknik apa yang dipergunakan, media apa yang dipakai, bagaimana prosesnya, faktor-faktor apa yang menjadi penghambat, dan sebagainya. Jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah untuk bahan telaah untuk selanjutnya menyajikan suatu konsepsi komunikasi bagi suatu organisasi tertentu berdasarkan jenis organisasi, sifat organisasi, dan lingkup organisasi dengan memperhitungkan situasi tertentu pada saat komunikasi dilancarkan. - Sendjaja (1994) menyatakan fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:

Fungsi informatif. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di samping itu juga informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti, dan sebagainya.

Fungsi regulatif. Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu:

a. Berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam tataran manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Juga memberi perintah atau intruksi supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.

b. Berkaitan dengan pesan. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.

Fungsi persuasif. Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.

Fungsi integratif. Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi yang dapat mewujudkan hal tersebut, yaitu:

a. Saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (buletin, newsletter) dan laporan kemajuan organisasi.

b. Saluran komunikasi informal seperti perbincangan antar pribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga, ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

- Griffin (2003) dalam A First Look at Communication Theory, membahas komunikasi organisasi mengikuti teori management klasik, yang menempatkan suatu bayaran pada daya produksi, presisi, dan efisiensi. Adapun prinsip-prinsip dari teori management klasikal adalah sebagai berikut:

a. kesatuan komando- suatu karyawan hanya menerima pesan dari satu atasan

b. rantai skalar- garis otoritas dari atasan ke bawahan, yang bergerak dari atas sampai ke bawah untuk organisasi; rantai ini, yang diakibatkan oleh prinsip kesatuan komando, harus digunakan sebagai suatu saluran untuk pengambilan keputusan dan komunikasi.

c. divisi pekerjaan- manegement perlu arahan untuk mencapai suatu derajat tingkat spesialisasi yang dirancang untuk mencapai sasaran organisasi dengan suatu cara efisien.

d. tanggung jawab dan otoritas- perhatian harus dibayarkan kepada hak untuk memberi order dan ke ketaatan seksama; suatu ketepatan keseimbangan antara tanggung jawab dan otoritas harus dicapai.

e. disiplin- ketaatan, aplikasi, energi, perilaku, dan tanda rasa hormat yang keluar seturut kebiasaan dan aturan disetujui.

f. mengebawahkan kepentingan individu dari kepentingan umum- melalui contoh peneguhan, persetujuan adil, dan pengawasan terus-menerus.

Selanjutnya, Griffin menyadur tiga pendekatan untuk membahas komunikasi organisasi. Ketiga pendekatan itu adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan sistem. Karl Weick (pelopor pendekatan sistem informasi) menganggap struktur hirarkhi, garis rantai komando komunikasi, prosedur operasi standar merupakan mungsuh dari inovasi. Ia melihat organisasi sebagai kehidupan organis yang harus terus menerus beradaptasi kepada suatu perubahan lingkungan dalam orde untuk mempertahankan hidup. Pengorganisasian merupakan proses memahami informasi yang samar-samar melalui pembuatan, pemilihan, dan penyimpanan informasi. Weick meyakini organisasi akan bertahan dan tumbuh subur hanya ketika anggota-anggotanya mengikutsertakan banyak kebebasan (free-flowing) dan komunikasi interaktif. Untuk itu, ketika dihadapkan pada situasi yang mengacaukan, manajer harus bertumpu pada komunikasi dari pada aturan-aturan.

Teori Weick tentang pengorganisasian mempunyai arti penting dalam bidang komunikasi karena ia menggunakan komunikasi sebagai basis pengorganisasian manusia dan memberikan dasar logika untuk memahami bagaimana orang berorganisasi. Menurutnya, kegiatan-kegiatan pengorganisasian memenuhi fungsi pengurangan ketidakpastian dari informasi yang diterima dari lingkungan atau wilayah sekeliling. Ia menggunakan istilah ketidakjelasan untuk mengatakan ketidakpastian, atau keruwetan, kerancuan, dan kurangnya predictability.

Semua informasi dari lingkungan sedikit banyak sifatnya tidak jelas, dan aktivitas-aktivitas pengorganisasian dirancang untuk mengurangi ketidakpastian atau ketidakjelasan.

Weick memandang pengorganisasian sebagai proses evolusioner yang bersandar pada sebuah rangkaian tiga proses:

1. penentuan (enachment)

2. seleksi (selection)

3. penyimpanan (retention)

Penentuan adalah pendefinisian situasi, atau mengumpulkan informasi yang tidak jelas dari luar. Ini merupakan perhatian pada rangsangan dan pengakuan bahwa ada ketidakjelasan.

Seleksi, proses ini memungkinkan kelompok untuk menerima aspek-aspek tertentu dan menolak aspek-aspek lainnya dari informasi. Ini mempersempit bidang, dengan menghilangkan alternatif-alternatif yang tidak ingin dihadapi oleh organisasi. Proses ini akan menghilangkan lebih banyak ketidakjelasan dari informasi awal.

Penyimpanan yaitu proses menyimpan aspek-aspek tertentu yang akan digunakan pada masa mendatang. Informasi yang dipertahankan diintegrasikan ke dalam kumpulan informasi yang sudah ada yang menjadi dasar bagi beroperasinya organisasinya.

2. Pendekatan budaya. Asumsi interaksi simbolik mengatakan bahwa manusia bertindak tentang sesuatu berdasarkan pada pemaknaan yang mereka miliki tentang sesuatu itu. Mendapat dorongan besar dari antropolog Clifford Geertz, ahli teori dan ethnografi, peneliti budaya yang melihat makna bersama yang unik adalah ditentukan organisasi.

Organisasi dipandang sebagai budaya. Suatu organisasi merupakan sebuah cara hidup (way of live) bagi para anggotanya, membentuk sebuah realita bersama yang membedakannya dari budaya-budaya lainnya. Pacanowsky dan para teoris interpretatif lainnya menganggap bahwa budaya bukan sesuatu yang dipunyai oleh sebuah organisasi, tetapi budaya adalah sesuatu suatu organisasi.

Budaya organisasi dihasilkan melalui interaksi dari anggota-anggotanya. Tindakan-tindakan yang berorientasi tugas tidak hanya mencapai sasaran-sasaran jangka pendek tetapi juga menciptakan atau memperkuat cara-cara yang lain selain perilaku tugas ”resmi” dari para karyawan, karena aktivitas-aktivitas sehari-hari yang paling membumi juga memberi kontribusi bagi budaya tersebut.

Pendekatan ini mengkaji cara individu-individu menggunakan cerita-cerita, ritual, simbol-simbol, dan tipe-tipe aktivitas lainnya untuk memproduksi dan mereproduksi seperangkat pemahaman.

3. Pendekatan kritik. Stan Deetz, salah seorang penganut pendekatan ini, menganggap bahwa kepentingan-kepentingan perusahaan sudah mendominasi hampir semua aspek lainnya dalam masyarakat, dan kehidupan kita banyak ditentukan oleh keputusan-keputusan yang dibuat atas kepentingan pengaturan organisasi-organisasi perusahaan, atau manajerialisme.

Bahasa adalah medium utama dimana realitas sosial diproduksi dan direproduksi. Manajer dapat menciptakan kesehatan organisasi dan nilai-nilai demokrasi dengan mengkoordinasikan partisipasi stakeholder dalam keputusan-keputusan korporat.

Rangkuman ini mungkin membuat anda mempercayai bahwa organisasi bergerak dari proses pengorganisasian ke proses lain dengan cara yang sudah tertentu: penentuan; seleksi; penyimpanan; dan pemilihan. Bukan begitu halnya. Sub-subkelompok individual dalam organisasi terus menerus melakukan kegiatan di dalam proses-proses ini untuk menemukan aspek-aspek lainnya dari lingkungan. Meskipun segmen-segmen tertentu dari organisasi mungkin mengkhususkan pada satu atau lebih dari proses-proses organisasi, hampir semua orang terlibat dalam setiap bagian setiap saat. Pendek kata di dalam organisasi terdapat siklus perilaku. Siklus perilaku adalah kumpulan-kumpulan perilaku yang saling bersambungan yang memungkinkan kelompok untuk mencapai pemahaman tentang pengertian-pengertian apa yang harus dimasukkan dan apa yang ditolak. Di dalam siklus perilaku, tindakan-tindakan anggota dikendalikan oleh aturan-aturan berkumpul yang memandu pilihan-pilihan rutinitas yang digunakan untuk menyelesaikan proses yang tengah dilaksanakan (penentuan, seleksi, atau penyimpanan)

DAFTAR PUSTAKA Disadur dari

http://www.KOMUNIKASI.blogspot.com dengan tema TEORI KOMUNIKASI ORGANISASI

Http://www.mediakita.com denagn tema komunikasi dalam organisasi http://www.dagdigdug.com dengan tema Komunikasi Dalam Organisasi (KDO) Em Griffin, 2003, A First Look at Communication Theory, McGrraw-Hill Companies Sendjaja, 1994, Teori-Teori Komunikasi, Universitas Terbuka